A trip for KL Converge! 2015 #Day 1

Saya mendapat tawaran dari dosen untuk membantu mempromosikan Skaci di acara  KL Converge! 2015 di Kuala Lumpur. Skaci adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang edukasi, menyiapkan anak-anak untuk memiliki skill
yang dibutuhkan untuk berkompetisi di abad 21. Setau saya, KL Converge! sendiri adalah acara tahunan yang diadakan Kemetrian Komunikasi Malaysia untuk mensinergikan pertumbuhan industri IT di wilayah Asia Tenggara. Hadir dalam acara ini perusahaan-perusahaan perwakilan seluruh negara ASEAN ditambah dengan Jepang, Korea dan China. Acara diadakan di Kuala Lumpur Covention Center (KLCC), dekat dengan Petronas Twin Tower. Beruntungnya, seluruh tiket pesawat dan penginapan disediakan oleh panitia 😀

KLCC, KL Converge
Kuala Lumpur Covention Center (KLCC)

Rombongan Indonesia berangkat pada tanggal 25 Agustus 2015, dijemput panitia dari bandara menuju hotel Novotel  di KLCC. Saya baru bisa berangkat besoknya karena ada keperluan yang menyangkut masa depan (gaya beud). Sebelum berangkat, tentu saya sudah browsing gimana cara menuju KLCC dari bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Ada 3 pilihan.

  1. Bis ke KL Center – LRT ke KLCC
  2. KLIA Express ke KL Center – LRT ke KLCC
  3. Taxi langsung ke KLCC

Saya lebih milih naik bis, sudah pasti dan tidak salah lagi karena harganya paling hemat yaitu RM.18.  Ketika mendarat kita akan berada di Level 2 atau lantai 2. Untuk yang pertama kali tiba di KLIA seperti saya sebaiknya rajin melihat petunjuk jalan dan jangan segan untuk bertanya. Manggilnya Ncek ya jangan Mbak! Loket pembelian tiket bis ada di level 1. Di depannya ada loket Money Changer Bank Islam yang menurut hasil survey saya adalah Money Changer termurah di bandara. Perjalanan ke KL Center normalnya butuh waktu sekitar 45 menit dan bis melesat kencang tanpa hambatan via tol.

Bus KLIA to KLCC
Loket Pembelian Tiket

Bis tiba di KL Center, tepatnya di lantai dasar. Dari sana kita harus naik eskalator menuju lantai atas. Saya sempat melihat Starbuck dan langsung mampir untuk membeli Tumblr dengan tulisan Malaysia. Kebetulan, saya sedang mengoleksi tumblr Starbuck dari berbagai kota yang pernah saya datangi. Jangan tanya udah ngumpulin berapa, nanti kaget. Diluar prediksi, harga Tumblr di Malaysia lebih murah dibanding di Indonesia, Yey!! Tapi nggak ada free 1 grande cup. Yaelah sama aja donk?

Starbuck Kuala Lumpur
Starbuck Kuala Lumpur

Karena bawaan golongan darah O mungkin, saya tidak langsung melanjutkan perjalanan dan malah menjelajah seluruh mall. Mall? Iya, KL Central adalah stasiun perjalanan terintegrasi LRT, MRT (sedang dikerjakan), bis dan monorail yang berkonsep mall. Gedung ini berlantai 4 dan punya fasilitas yang lengkap mulai dari makanan, minuman, oleh-oleh, pakaian, tapi masih aja kurang lengkap karena nggak ada tempat buat jomblo merenungkan nasibnya.

Suasana di KL Central
Suasana di KL Central

Setelah keliling, saya lanjutin perjalanan dengan LRT. Pembelian tiket dapat dilakukan di konter atau dengan Vanding Machine. Nah disini tingkat katrok seseorang diuji. Tips dari saya sebaiknya jangan keliatan canggung, pede aja walaupun salah pencet. Alhamdulilah saya lulus setelah ditolong warga lokal. Okay lanjut, sepertinya perusahaan transportasi dimonopoli oleh BUMN bernama Rapid KL. Monopoli nggak selalu buruk. Untuk kasus di Malaysia monopoli malah terbukti bisa memberi layanan yang baik. Mana nih mahasiswa ekonomi yang suka teriak-teriak nolak sistem monooli? Ayo dek main-main keluar negeri. Saya turun setelah 4 stasiun yaitu stasiun KLCC atau dikenal dengan Suria KLCC.

Kereta Rapid KL
Kereta Rapid KL
Vending Machine Rapid KL
Vending Machine Rapid KL

Di Suria, saya keliling lagi untuk memenuhi rasa penasaran seperti apa fasilitas publik negeri ini. Saya makan di Food Court di Surya. Setelah itu keluar untuk mencari jalan menuju hotel. Lewati City Tunel (lorong bawah tanah, iya belom ada di indonesia) beberapa ratus meter, sempat salah jalan namun akhirnya tiba di luar. Sempat kaget kenapa ada banyak orang selfie di luar, dan ternyata saya sedang berada persis di bawah Twin Tower. Apa reaksi saya setelah tau? Bukan.., jelas bukan ikut-ikutan selfie. Saya kesini untuk melihat semaju apa negeri tetangga dan bukan untuk narsis. Yaudah jujur deh saya nahan diri untuk gak megang kamera dan alhamdulilah berhasil 🙂

Salah satu quote di City Tunel
Salah satu quote di Tunel
Awas salah fojus :p
perhatiin tunelnya, jangan yang ijo di sebelah kanan

Setelah bertanya kesana sini, akhirnya saya jalan menuju sky cross yang menghubungkan gedung-gedung di sekitar KLCC. Tiba di Novotel KLCC, saya langsung ketemu teman dari Skaci untuk diskusi hal-hal yang perlu disiapkan besok sekaligus mengambil koper yang telah duluan dibawa. Saya sempat mengambil gambar dari lantai 17 tempat saya menginap.

Suasana kamar
Suasana kamar jomblo
View dari jendela - maaf blur
View dari jendela – maaf blur

Demikian cerita saya di hari pertama, tunggu kisah selanjutnya di postingan besok.

Advertisements

4 thoughts on “A trip for KL Converge! 2015 #Day 1

    1. Haha.. mungkin gapapa dishare ke publik so kalo ada yang butuh ‘darah segar’ tau harus nyari kemana 😀

    1. Yap I didn’t, but i told you
      Maybe it is time to start collecting tumblr for all country you visit #ngeracun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s