Teknik Dasar Kamera DSLR: Pahami Komponen Kamera

303935.image0

Malu masih pake kamera DSLR dengan mode automatic? Ayo belajar pahami karakter kamera dulu. Ada 3 hal  wajib dipahami supaya pintar baca situasi dan hasilin gambar paling oke: Shutter Speed, Aperture dan ISO.

A. Aperture

Aperture adalah besarnya ‘bukaan’ lensa atau dikenal juga dengan diafragma. Misalnya anda sedang di kamar gelap. Ketika anda membuka tirai gorden jendela maka cahaya akan masuk menerangi ruangan. Jumlah cahaya yang masuk  akan banyak jika tirai dibuka lebar sebaliknya jika dibuka kecil membuat ruangan tidak terlalu terang.

Ilustrasi diatas sama dengan bukaan kamera dan disebut Aperture. Satuan Aperture adalah huruf F/X dengan X adalah ukuran bukaan. Begini ilustrasi bukaan yang dimaksud.

apertures_settings
Gambar perbandingan Aperture pada lensa

Selain cahaya, ada nggak efek dari pengaturan Aperture?

Ada! Bukaan yang lebar membuat fokus mengarah ke seluruh gambar. Jika bukaan kecil maka hasil akan fokus pada titik tertentu dan titik lainnya akan menjadi blur . Untuk memudahkan perhatikan gambar dibawah ini. Paling kiri adalah contoh bukaan kecil sehingga fokus hanya pada boneka bear dan bola putih, sedangkan paling kanan adalah contoh bukaan lebar sehingga fokus pada seluruh objek.

Aperture-comparison-resized
Contoh perbandingan Aperture (sumber)

Kesimpulan sementara:

  • Aperture mengatur ‘lebar’ bukaan, mempengaruhi cahaya dan titik fokus.

 

B. Shutter Speed

Shutter speed adalah ‘kecepatan’ terbukanya lubang lensa yang membuat cahaya masuk dan kemudian ditangkap  oleh sensor kamera. Bukaan yang lama akan membawa masuk cahaya menjadi banyak,  begitu sebaliknya.

shutter-speed-table

Shutter speed harus diatur sesuai keadaan, pada keadaan gelap dibutuhkan Shutter speed terbuka lebih lama, misalnya 1/5 detik. Sedangkan pada keadaan terang dibutuhkan shutter speed yang singkat, misalnya 1/500

Masalah:

  • Foto terlalu cerah atau terlalu gelap karena pengaturan shutter speed tidak sesuai dengan keadaan cahaya objek yang foto.
  • Untuk shutter speed dibawah 1/50, foto sering blur karena tangan goyang saat mengambil gambar sehingga membelokan arah cahaya, karena itu sebaiknya gunakan tripod. Cahaya pada shutter speed tinggi lebih mudah membelok dibanding shutter speed rendah.
speedvalue_1
Perbandingan dalam menangka cahaya (sumber)

Peluang:

  • Shutter speed tinggi bisa menangkap objek yang sedang bergerak terlihat diam.
  • Shutter speed rendah bisa menangkap cahaya yang banyak dalam durasi yang lama jika objek yang ditangkap bercahaya dan sedang bergerak sehingga membentuk seperti “garis perjalanan gerakan objek”
P1000151
Efek shutter speed rendah (sumber)
maxresdefault
Efek shutter speed tinggi  (sumber)

Kesimpulan sementara:

  • Aperture mengatur ‘lebar’ bukaan, mempengaruhi cahaya dan titik fokus.
  • Shutter speed mengatur ‘durasi’ bukaan lensa sehingga mempengaruhi cahaya dan gerakan objek.

 

C. ISO

Pernah dengar istilah sensor  kamera? ISO adalah sensor tersebut, berfungsi menampung cahaya yang masuk karena kombinasi pengaturan Shutter Speed + Aperture. Semakin tinggi ISO maka semakin banyak kemampuan kamera menampung cahaya, sehingga gambar menjadi terang, Begitupun sebaliknya. Mari kita lihat perbandingan ISO terhadap cahaya.

iso_comparison_example
Perbandingan cahaya dengan berbagai ISO (sumber)

Cahaya yang masuk berlebihan akan membentuk noise atau titik-titik seperti flek yang membuat gambar menjadi buram. Di sisi kanan di bawah contoh penggunaan ISO yang berlebihan sehingga menimbulkan noise.

iso-625x1000
(Sumber)

Kesimpulan sementara:

  • Shutter speed mengatur ‘durasi’ bukaan kamera sehingga mempengaruhi cahaya dan gerakan objek.
  • Apperture mengatur ‘ukuran’ bukaan sehingga  mempengaruhi cahaya dan titik fokus.
  • ISO mengatur jumlah cahaya yang ditampung sehingga mempengaruhi gelap atau terangnya gambar.

 

D. Exposure

Understanding Exposure“, buku yang ditulis  Bryan Peterson mungkin adalah salah satu buku fotografi paling terkenal. Peterson menulis tentang kombinasi tiga aspek yang kita pelajari diatas (Shutter Speed, Aperture dan ISO) kedalam sebuah segitiga yang banyak menjadi patokan ideal untuk mendapatkan hasil gambar yang baik.

exposure_triangle
Segitiga Exposure (Sumber)

Hasil gambar yang baik adalah gambar yang berada di titik tengah antara segitiga exposure. Pengaturan yang dominan hanya pada satu atau dua aspek dapat menyebabkan gambar tidak seperti yang diinginkan: noise, salah fokus atau berbayang.

 

205_Camera-Basic-Visual-Aid
Perbandingan  hasil gambar sesuai Segitiga Exposure (sumber)

Untuk hasil terbaik, kita harus ‘pintar-pintar’ melihat keadaan objek bidikan, mulai dari gerakan, cahaya sampai titik yang akan dijadikan fokus dan mengatur titik exposure berada di tengah-tengah. Oleh karena itu untuk memudahkan penggunaan saat ini setiap kamera sudah dilengkapi indikator exposure.

indikator-exposure-canon
Indikator exposure Canon
indikator-exposure-nikon
Indikator exposure Nikon
indikator-exposure-dslr-lain
Indokator exposure kamera lainnya

Aperture, Shutter Speed dan ISO hanya dapat diatur saat kita memilih mode Manual atau semi-manual, begitu juga dengan indikator  exposure. Saat membidik,  indikator exposure akan muncul pada View Finder atau jendela bidik namun pada mode tertentu indikator exposure juga ditampilan di layar.

under-over-exposed-camera
Awas, jangan under atau over exposure! (sumber)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s